Proyek campuran 50 lantai di jantung Jakarta ini menggabungkan kantor, residensial, retail, dan ruang publik. Studi kasus ini membahas bagaimana tim kami menata ulang skyline ibu kota melalui desain terpadu, manajemen konstruksi presisi, dan koordinasi lintas disiplin.

Konsep & Tapak

Tapak berada di koridor utama pusat kota dengan keterbatasan ruang. Strategi zoning vertikal memisahkan alur publik dan privat, mengoptimalkan orientasi cahaya, dan memastikan setback sesuai regulasi skyline Jakarta.

Struktur & Konstruksi

Skema struktur menggunakan core beton bertulang dengan perimeter megaframe baja. Metode top-down mempercepat pekerjaan basement sekaligus menyiapkan podium retail. Ritme pengecoran diatur agar tower crane, formwork, dan supply beton tidak saling bertabrakan.

Faktor Kritis Keberhasilan

  • Koordinasi 4D: Simulasi jadwal dengan model BIM untuk menghindari benturan pekerjaan.
  • Logistik Vertikal: Sequencing tower crane dan hoist meminimalkan bottleneck.
  • Kualitas Fasade: Mock-up curtain wall diuji air & angin sebelum produksi massal.

MEP & Kenyamanan

Sistem HVAC memakai chiller efisiensi tinggi dengan distribusi VAV, smart metering untuk tenant, serta redundansi sistem kebakaran yang diuji berkala. Noise dan getaran dikendalikan agar kenyamanan unit residensial terjaga.

Ruang Publik & Aktivasi

Podium tiga lantai menampung retail, F&B, dan plaza terbuka. Sirkulasi pejalan kaki diatur terhubung ke halte transportasi massal sehingga memperkuat aktivitas kawasan dan meningkatkan footfall anchor tenant.

Panel fasade dan aktivitas konstruksi gedung bertingkat Pengujian panel fasade dan staging logistik di podium proyek

Pelajaran Utama

Koordinasi dini dengan stakeholder kota mempercepat perizinan. Mock-up fasade mengurangi rework. Penggunaan BIM 4D menjaga jalur kritis di tengah kepadatan site dan keterbatasan ruang laydown.

"Tidak ada skyline yang lahir tanpa disiplin detail. Kemenangan proyek ini ada pada sinkronisasi antar tim, bukan sekadar tinggi bangunan."

- Lisa Wilson

Hasil & Dampak

Proyek selesai sesuai jadwal dengan sertifikasi green building dan tingkat okupansi 90% pada kuartal pertama. Plaza publik meningkatkan aktivitas pejalan kaki dan mendorong nilai sewa kawasan sekitar.